Iklan

Barsel Lepas Kontingen FBIM 2026, Siap Angkat Nama Daerah di Panggung Budaya Kalteng

Kaltengmedia.com
Rabu, 13 Mei 2026, 19:21 WIB Last Updated 2026-05-22T11:15:50Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Penyerahan bendera kontingen dilakukan oleh Asisten Administrasi Umum, Eko Hermansyah.

Buntok | Kaltengmedia.com – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan resmi melepas kontingen terbaiknya untuk berlaga di Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026. Pelepasan digelar di halaman Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Barsel, Rabu (13/5/2026).


Pelepasan diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Yoga Prasetianto Utomo. Penyerahan bendera kontingen dilakukan oleh Asisten Administrasi Umum, Eko Hermansyah.


Dalam sambutannya, Yoga Prasetianto Utomo menegaskan bahwa di era globalisasi, budaya menjadi kekuatan besar dalam membangun citra dan martabat bangsa.


“Budaya itu senjata identitas. Lihat Korea Selatan, lewat Hallyu mereka mampu dikenal masyarakat dunia melalui seni, musik, film, hingga gaya hidup. Barsel juga punya potensi yang sama,” ujarnya saat membacakan sambutan Bupati Eddy Raya Samsuri.


FBIM 2026 bukan sekadar ajang daerah. Festival tahunan Pemprov Kalteng ini masuk dalam daftar _Kharisma Event Nusantara_ sebagai salah satu dari 110 event unggulan nasional versi Kemenparekraf.


Tahun ini festival mengusung tema Culture for Dignity atau Budaya untuk Martabat. Maknanya jelas, budaya bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga harga diri dan identitas yang harus dijaga serta dibanggakan.


Bupati Eddy menitipkan pesan agar kontingen Barsel berangkat dengan semangat, sportivitas, dan rasa persaudaraan.


“Jangan hanya kejar juara. Tampilkan karakter Barsel yang ramah, berbudaya, dan menjunjung tinggi kearifan lokal. Bawa nama daerah dengan baik dan bermartabat,” pesannya.


Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Barsel, Ripaltha, melaporkan bahwa Barsel mengirim wakil untuk 7 cabang lomba, yaitu Balogo, Habayang, Manyipet, Mangaruhi, Manjawet Uwei, Karnaval Budaya, serta Pemilihan Jagau Nyai Kalimantan Tengah.


“Targetnya satu, tampil maksimal dan bikin Barsel diperhitungkan di panggung budaya Kalteng,” ujar Ripaltha.


Sekilas Cabang Lomba yang Diikuti Barsel


1. Balogo :

Lomba permainan tradisional menggunakan tempurung kelapa, dimainkan beregu dengan 5 orang putra dan 5 orang putri.


2. Habayang

Dikenal juga sebagai bagasing. Permainan menggunakan kayu ulin yang dimainkan beregu, masing-masing 3 orang putra dan 3 orang putri.


3. Manyipet

Lomba pelestarian senjata tradisional Dayak untuk berburu. Diikuti 3 orang putra dan 3 orang putri per regu.


4. Mangaruhi 

Lomba menangkap ikan dengan alat tradisional yang ramah lingkungan. Setiap regu terdiri dari 2 orang putra dan 2 orang putri.


5. Manjawet Uwei

Lomba seni menganyam tradisional Dayak yang mengolah hasil alam menjadi kerajinan bernilai ekonomis.


6. Karnaval Budaya

Ajang unjuk keindahan busana dan kesenian khas daerah.


7. Pemilihan Jagau Nyai Kalimantan Tengah  

Lomba bagi putra-putri Kalteng untuk mempromosikan wisata unggulan daerah sekaligus menjaring duta wisata provinsi. (Ades)

Komentar

Tampilkan

Terkini