![]() |
| Ketua PHBI Barsel, Ahmad Akmal Husain, |
Buntok | Kaltengmedia.com – Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Barito Selatan memutuskan tidak menggelar pawai takbir akbar keliling pada malam Idul Adha 1447 Hijriah. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk penyesuaian terhadap efisiensi anggaran pemerintah daerah.
Ketua PHBI Barito Selatan, Ahmad Akmal Husain, membenarkan peniadaan kegiatan rutin tahunan tersebut. Menurutnya, keputusan sudah melalui rapat bersama pengurus dan mempertimbangkan prioritas program keumatan yang lebih mendesak.
“Ini bukan untuk mengurangi syiar Islam. Justru kita ingin memastikan anggaran benar-benar bermanfaat langsung untuk masyarakat,” ujarnya, Selasa 26 Mei 2026.
Ahmad Akmal Husain menegaskan, esensi malam takbiran tetap bisa dilaksanakan tanpa pawai akbar. Ia mengimbau seluruh masjid, musala, langgar, serta masyarakat untuk tetap mengumandangkan takbir, tahlil, dan tahmid di tempat masing-masing.
“Gema takbir tidak boleh padam. Mari hidupkan malam Idul Adha dengan khidmat di lingkungan terdekat,” kata Ahmad Akmal Husain.
PHBI Barsel menjelaskan, anggaran yang biasanya dialokasikan untuk pawai takbiran dialihkan untuk mendukung kelancaran ibadah kurban. Fokusnya antara lain pada distribusi daging kurban tepat sasaran, pemeriksaan kesehatan hewan, serta bantuan bagi warga kurang mampu. Langkah ini dinilai lebih sesuai dengan semangat pengorbanan Idul Adha.
Bupati Barito Selatan sebelumnya juga telah menginstruksikan seluruh OPD dan lembaga keagamaan untuk mengedepankan efisiensi. PHBI menyatakan mendukung penuh arahan tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam pengelolaan anggaran daerah yang akuntabel dan berpihak pada kemaslahatan umat.
Terkait pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 H, PHBI memastikan tetap digelar seperti tahun-tahun sebelumnya. Lokasi dipusatkan di Masjid Agung Baiturrahman Buntok serta masjid-masjid besar di seluruh kecamatan.
"Petugas dan panitia kurban juga telah disiagakan untuk memastikan proses penyembelihan berjalan tertib, higienis, dan sesuai syariat," jelasnya.
Menutup Konfirmasinya, Ahmad Akmal Husain meminta pengertian masyarakat Barito Selatan. “Idul Adha mengajarkan kita berkurban, termasuk mengorbankan keinginan demi kebaikan yang lebih luas. Semoga keputusan ini membawa berkah dan tahun depan kita bisa kembali merayakan dengan lebih meriah apabila kondisi memungkinkan,” tutupnya. (syafrizal)


