![]() |
| Ade Soebara Noor YB7OPN (Kanan gambar) bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon) Palangka Raya Kalteng, Dody. |
Tamiang Layang | Kaltengmedia.com – Senior ORLOK Barsel Ade Soebara Noor (YB7OPN) menyampaikan apresiasi atas antusiasme para pecinta frekuensi 2 meter band, 40 meter band, dan 80 meter band yang mengikuti Ujian Negara Amatir Radio 2026.
Apresiasi tersebut disampaikan Ade menyikapi tingginya partisipasi peserta pada ujian yang digelar di Gedung SMA Negeri 1 Tamiang Layang oleh Orari Lokal Barito Timur, Minggu (24/5/2026). Ia menilai semangat tersebut menunjukkan ORARI masih mendapat tempat di tengah masyarakat.
Sebanyak 46 peserta mengikuti ujian pada kesempatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai daerah yang ingin menguji kemampuan dan mendapatkan tingkatan resmi amatir radio.
Peserta terbagi dalam tiga tingkatan sesuai klasifikasi ORARI. Tingkat Siaga atau Yangki Delta (YD) diikuti 31 peserta.
Untuk tingkat Penggalang atau Yangki Carli (YC), tercatat 7 peserta yang mengikuti ujian. Sementara tingkat Penegak atau Yangki Bravo (YB) diikuti 8 peserta.
Ade menyatakan jumlah peserta tersebut menjadi bukti nyata bahwa ORARI masih eksis dan berkembang di Barito Timur. Ia menganggap hal ini patut disyukuri dan diapresiasi.
"Sebanyak 46 peserta dari berbagai daerah yang mengikuti ujian tersebut membuktikan ORARI masih eksis," ungkap Ade atau YB7OPN.
Menurutnya, antusiasme para pecinta frekuensi amatir radio menjadi modal penting bagi perkembangan organisasi ke depan. Ia berharap semangat ini terus terjaga di kalangan anggota maupun calon anggota.
Ia juga menilai tingginya partisipasi peserta mencerminkan minat masyarakat terhadap komunikasi amatir radio yang belum surut. Kondisi ini menjadi energi positif bagi ORARI di tingkat lokal.
“Antusiasme ini luar biasa. Peserta datang dari berbagai daerah, ini bukti ORARI terus berkembang dan dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Ade menambahkan, peran amatir radio sangat strategis, terutama dalam mendukung jaringan komunikasi saat kondisi darurat dan kebencanaan. Karena itu, peningkatan jumlah anggota yang kompeten perlu terus didorong.
Ia berharap apresiasi ini dapat memotivasi para peserta untuk terus aktif dan berkontribusi setelah lulus ujian. ORARI, katanya, membutuhkan anggota yang tidak hanya berlisensi tetapi juga peduli terhadap tugas sosial kemasyarakatan. (Kurniadi)


