![]() |
| . |
Buntok | Kaltengmedia.com # Warga Barito Selatan mengeluhkan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU sejak beberapa waktu terakhir. Antrean mengular hingga ke badan jalan dan membuat warga harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM subsidi maupun nonsubsidi.
Di SPBU 64.737.01 Jalan Pahlawan Buntok, antrean sepeda motor dan mobil sudah terlihat sejak pukul 06.00 WIB. Salah satu warga, Yuni (29), mengaku kesal karena harus antre lebih dari 2 jam untuk isi Pertalite.
“Setiap mau isi BBM gini pasti antre. Kerjaan jadi ketunda, waktu habis dipakai untuk antre kelamaan nunggu. Eeee yang bikin kesal lagi, pas sampai giliran stok BBM habis,” keluhnya, Minggu, 10/5/2026.
Keluhan serupa disampaikan sopir pick up yang tidak mau disebutkan namanya. Dia sudah antre BBM subsidi sejak subuh sampai siang belum dapat giliran. “Kalau telat ngirim barang, saya yang kena marah bos. Harusnya ada solusi biar nggak antre begini terus,” imbuhnya.
Bersamaan dengan keluhan warga, pada hari yang sama tim gabungan Pemkab Barsel dan Polres melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU dalam kota hingga SPBU Desa Pamait dan Desa Sababilah.
Asisten II Setda Barsel, Yoga Prasetyanto Utomo, mengungkapkan temuan utama sidak. “Hasil sidak menunjukkan adanya pengurangan distribusi BBM dari biasanya 16.000 KL menjadi hanya sekitar 8.000 KL,” ungkap Yoga.
Ia menyebut, pengurangan pasokan tersebut terjadi baik untuk jenis Pertalite maupun Pertamax. Menurut dia, kondisi ini juga dialami sejumlah daerah lain.
Meski demikian, Yoga meminta masyarakat tetap menjaga ketertiban saat mengantre di SPBU dan tidak mudah terpancing situasi. Dia mengatakan Pemkab Barsel akan terus melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM di Barito Selatan tersebut.
“Kami juga mengimbau agar situasi kesulitan BBM ini tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil keuntungan pribadi,” pesan Yoga.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM, Harminto, mengatakan akan segera mengundang seluruh pemilik SPBU guna mencari tahu penyebab pengurangan pengiriman BBM ke Barsel, sekaligus mencari solusi agar distribusi kembali normal.
Polres Barsel yang ikut serta juga dalam tim sidak tersebut, menyatakan siap menindak praktik penyimpangan BBM subsidi sesuai hukum yang berlaku. (Red)


