Buntok, Kaltengmedia.com – Kabut asap pekat yang dalam beberapa pekan terakhir menyelimuti wilayah Kabupaten Barito Selatan (Barsel) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dikhawatirkan semakin membahayakan kesehatan dan keselamatan warga.
Menanggapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Barito Selatan, Raden Sudarto, S.H. yang akrab disapa H. Alek, membagikan masker gratis kepada masyarakat di Kota Buntok, Sabtu (10/10/2026).
Aksi sosial tersebut menyasar sejumlah titik, di antaranya kawasan Bundaran Selamat Datang, Pasar Beringin Buntok, simpang jalan protokol, hingga para pekerja bangunan.
Berdasarkan pantauan _Kaltengmedia.com_ di lapangan, politisi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Barsel 1 itu menyambangi pedagang, menghentikan pengendara dan pejalan kaki yang tidak menggunakan masker untuk kemudian diberikan masker standar N95 secara gratis.
“Kabut asap ini sudah sangat pekat dan berbahaya. Kita harus melindungi pernapasan. Makanya saya inisiatif bagi masker gratis,” ujar H. Alek saat ditemui di sela kegiatan.
H. Alek mengatakan, kondisi kabut asap di Buntok saat ini tidak bisa dianggap remeh. Berdasarkan pantauan di lapangan, jarak pandang di jalan raya sangat terbatas, bahkan hanya sekitar 50 meter.
Menurutnya, Berdasarkan keterangan terbaru, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kota Buntok, Kabupaten Barito Selatan, menembus level Berbahaya usai konsentrasi partikulat PM10 tercatat mencapai 1.000 µg/m³ dan PM2.5 menyentuh angka 659 µg/m³, Jumat (9/10/2026).
Kondisi tersebut menyebabkan langit tampak menguning dan merah redup akibat pekatnya asap yang bersumber dari puluhan titik api lokal di wilayah sekitar Dusun Selatan.
Di tengah upaya membantu masyarakat, H. Alek turut memberikan apresiasi kepada petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, dan para relawan yang terus melakukan penanganan kebakaran.
Menurutnya, para petugas bekerja melakukan upaya pemadaman di lapangan dengan harapan titik api dapat segera dikendalikan.
“Mereka para pejuang kemanusiaan yang sesungguhnya. Di saat kita di kota mengeluh karena asap, mereka di lapangan berjibaku melawan api dengan segala keterbatasan. Kita harus dukung penuh,” ucap H. Alek tersebut.
Ia menilai, dukungan terhadap petugas penting karena penanganan karhutla membutuhkan kerja sama lintas unsur serta partisipasi aktif masyarakat.
H. Alek juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan ikut menjaga lingkungan.
“Satu percikan api bisa jadi bencana asap untuk ribuan orang. Penanganan karhutla ini tidak bisa hanya dibebankan ke BPBD, TNI dan Polri saja, tapi butuh kesadaran kita semua,” tegasnya.
Aksi pembagian masker tersebut mendapat sambutan positif dari warga Buntok yang mengaku terbantu di tengah kondisi asap yang menyebabkan mata perih dan sesak napas.
Hingga berita ini diturunkan, upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan. (Ades/Redaksi)



