![]() |
| . |
Tamiang Layang | Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Barito Timur, Mahrethalina, mengajak seluruh bidan untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat profesionalisme, serta mempererat kolaborasi dengan pemangku kepentingan. Tujuannya untuk menghadirkan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang semakin berkualitas.
Ajakan tersebut disampaikan Mahrethalina saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) IBI ke-75 yang digelar di Aula Hotel Ade, Tamiang Layang, Sabtu, 11 Juli 2026. Kegiatan ini dirangkai dengan Seminar Nasional.
Mahrethalina mengatakan, perjalanan 75 tahun IBI menjadi bukti panjang pengabdian para bidan Indonesia dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
"Organisasi ini tidak hanya menjadi wadah berhimpun, tetapi juga rumah besar yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, etika profesi, persaudaraan dan semangat pengabdian," ujarnya.
"Hari ini kita tidak hanya merayakan usia organisasi, tetapi juga merayakan sejarah, pengabdian, persaudaraan dan panggilan kemanusiaan yang menyatukan para bidan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada ibu, bayi dan keluarga Indonesia," tambahnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Barito Timur dan seluruh mitra kerja yang selama ini mendukung program pelayanan kebidanan. Program tersebut meliputi peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, pelayanan keluarga berencana, hingga imunisasi bagi bayi dan balita.
Mahrethalina mendorong para bidan di Barito Timur untuk segera melanjutkan pendidikan profesi. Hal itu sesuai ketentuan Undang-Undang Kesehatan yang mewajibkan seluruh bidan memiliki pendidikan profesi paling lambat tahun 2028.
"Saat ini jumlah bidan di Barito Timur yang telah atau sedang menempuh pendidikan profesi baru sekitar 25 persen," katanya.
Menurutnya, seminar nasional yang digelar bukan hanya untuk memenuhi persyaratan perolehan Satuan Kredit Profesi (SKP). Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi bidan untuk memperbarui wawasan, meningkatkan kompetensi, mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), serta memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik.
Mahrethalina juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh bidan yang mengabdikan diri di rumah sakit, puskesmas, klinik, praktik mandiri, hingga pelosok desa.
"Percayalah mungkin tidak semua orang mengenal nama kita, namun akan selalu ada seorang ibu yang tidak pernah melupakan kebaikan seorang bidan. Dan itulah kehormatan yang tidak ternilai harganya," pungkasnya. (Tunayniati).


